Kurikulum dalam Arti Sempit dan Luas Menurut Ahli

Advertisement

 Kurikulum dalam Arti Sempit dan Luas Menurut Ahli

Dalam dunia pendidikan, kurikulum mempunyai arti sebagai berikut:

  1. Kurikulum dalam arti sempit atau tradisional
  2. Kurikulum dalam arti luas atau modern

Kurikulum dalam Arti Sempit atau Tradisional

    Dalam arti sempit atau tradisional, kurikulum sebagai a course, as a specific fixed course of study, as in school or college, as one leading to a degree. Dalam pengertian ini, kurikulum sebagai sejumlah mata pelajaran di sekolah atau di perguruan tinggi yang harus ditempuh untuk mendapatkan ijazah atau naik tingkat. 

Carter V. Good mengemukakan pengertian kurikulum adalah a systematic group of course or subject required for graduation in major field of study. Kurikulum merupakan sekumpulan mata pelajaran atau sekwens yang bersifat sistematis yang diperlukan untuk lulus atau mendapatkan ijazah dalam bidang studi pokok tertentu. 

Robert Zaiz berpendapat curriculum is a resources of subject matters to be mastered. Kurikulum adalah serangkaian mata pelajaran yang harus dikuasai. Dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang disajikan guru kepada siswa untuk mendapatkan ijazah atau naik tingkat. Pengertian kurikulum ini, saat sekarang, sama dengan “rencana pelajaran di sekolah, yang disajikan guru kepada murid.” 

Arieh Levy mengemukakan, kurikulum semacam ini, tidak lebih dari daftar singkat mengenai sasaran dan isi pendidikan yang diajarkan di sekolah atau program silabus atau pokok bahasan yang akan diajarkan.

 Dalam hubungan ini, Paul Langrand mengemukakan, kurikulum seperti di atas mempunyai kaitan hanya sedikit pada kehidupan, terlepas dari kenyataan yang konkret, sehingga terjadi jurang antara pengalaman dan pendidikan, dan tidak adanya segala macam bentuk tanya jawab atau keikut-sertaan murid di dalam proses pendidikan


Kurikulum dalam Arti Luas atau Modern

    Kurikulum dalam pengertian ini bukan sekedar sejumlah mata pelajaran, tetapi mempunyai cakupan pengertian yang lebih luas. Yakni, sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan. Pendapat para ahli di bawah ini mencerminkan pengertian kurikulum di atas, antara lain: 

1) Ronald Doll mengemukakan bahwa kurikulum ... all the experiences which are offered to learners under the auspices or direction of the school. Kurikulum meliputi semua pengalaman yang disajikan kepada murid di bawah bantuan atau bimbingan sekolah. 

2) William B. Ragan mengartikan kurikulum ... all the experiences of children for which the school accepts responsibility. Kurikulum adalah semua pengalaman murid di bawah tanggung jawab sekolah. 

3) Harold B. Alberty dan Elsie J. Alberty mendefinisikan kurikulum all of the activities that are provided for student by the school constitute, its curriculum. Kurikulum adalah segala kegiatan yang dilaksanakan sekolah bagi murid-murid. 

Dari sejumlah pendapat di atas dapat disimpulkan, kurikulum adalah semua pengalaman, kegiatan, dan pengetahuan murid di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau guru. Pengertian kurikulum ini memberikan implikasi pada program sekolah bahwa semua kegiatan yang dilakukan murid dapat memberikan pengalaman belajar.

 Kegiatan-kegiatan tersebut dapat meliputi kegiatan di dalam kelas. Misalnya, kegiatan dalam mengikuti proses belajarmengajar (tatap muka), praktek keterampilan, dan sejenisnya, atau kegiatan di luar kelas, seperti kegiatan pramuka, wisata karya, kunjungan ke tempattempat wisata/sejarah, peringatan hari-hari besar nasional dan keagamaan, dan sejenisnya. 

Bahkan, semua kegiatan yang berhubungan dengan pergaulan antara murid dengan guru, murid dengan murid, murid dengan petugas sekolah, dan pengalaman hidup murid sendiri. Tegasnya, pengertian kurikulum ini mengandung cakupan yang luas, karena meliputi semua kegiatan murid, pengalaman murid, dan semua pengaruh, baik fisik maupun non fisik terhadap pertumbuhan dan perkembangan murid.

Kurikulum Menurut  Ahli
Image from adobe.com


Sumber Referensi:

  1. Ahid, Nur. "Konsep dan teori kurikulum dalam dunia pendidikan." ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman 1.1 (2006): 12-29
Advertisement
Advertisement

You might also like

0 Comments