Etos Kerja dalam pandangan Islam

Advertisement

Etos kerja

image from Sumberpengertian.co

Bekerja merupakan salah satu bentuk ikhtiar seseorang kepada Allah untuk memperoleh rezeki, karena rezeki tidak akan datang dari langit begitu saja. Oleh karena itu setiap orang harus memiliki semangat dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarga.
Dan tentunya bukan sembarang bekerja tetapi pekerjaan yang halal, hasil kerja keras sendiri, dan tidak bertentangan dengan syari'at agama islam.


Berdasarkan hadits "Dari al Miqdam bin Ma'dikarib Az Zubaidi dari Rasulullah saw, beliau bersabda : "Tidak ada yang lebih baik dari usaha seseorang laki-laki kecuali dari hasil tangannya sendiri. Dan apa-apa yang di infakkan oleh seorang laki-laki kepada diri, isteri, anak dan pembantunya adalah sedekah." (HR.Ibnu Majah)

Bekerja bisa menjadi ladang ibadah pahala, apabila niatnya untuk memenuhi kebutuhan hidup diri, isteri dan anak agar mereka merasa cukup dan tidak berpangku tangan dengan meminta-minta., dengan bekerja memudahkan dalam ibadah, misalnya naik haji, infak, sedekah, zakat, menyantuni anak yatim dan fakir miskin. Dan tentunya pekerjaan yang halal dan tidak bertentangan dengan syari'at islam.

Betapa luhurnya ajaran agama islam yang mendukung betul bagi para pemeluknya untuk giat dan semangat dalam bekerja.


Bekerja Dunia Akhirat


Namun disamping bekerja harus pula di imbangi dengan menyiapkan bekal di akhirat nanti. Rasulullah SAW sangat mencela orang-orang yang hanya tekun ibadah, duduk di Masjid, Shalat, dzikir dan lainnya dengan tujuan agar kelak masuk syurga. Tetapi melupakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai makhluk sosial, kepala keluarga yang mencari nafkah untuk keluarganya.
Dan Rasulullah SAW juga mencela orang-orang yang hanya menyibukkan dirinya dalam bekerja, untuk mendapatkan keuntungan dunia tetapi melupakan dan melalaikan kewajiban nya, hak-hak Allah atas dirinya.

 Maka harus ada keseimbangan antara keduanya. Bekerja dengan giat dan tekun dibarengi dengan ibadah yang rajin. Sehingga tidak hanya mendapatkan kebahagiaan di dunia tapi juga di akhirat.


Penulis : Anita
Advertisement

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon